Read more
RSUD Bantaeng - Respon kebanyakan orang pasti merasa
geli dan tertawa ketika digelitik. Kenapa bisa begitu? Ternyata ada
bagian dari otak yang mengaktifkan area tertentu sehingga membuat
seseorang tertawa saat digelitik.
Di dalam sebuah penelitian, sekitar 30 pria dan wanita berusia 20-an
dilibatkan untuk digelitik kakinya oleh temannya. Otak para responden
tersebut kemudian dipindai dengan fMRI oleh peneliti. Secara terpisah,
responden juga diminta tertawa secara sukarela tanpa ada rangsangan
berupa gelitikan atau gurauan tertentu. Otak mereka kemudian dipindai
lagi.
Dari situ ditemukan bahwa tertawa akibat digelitik dan tertawa karena
sukarela diaktifkan oleh otak di bagian bernama Rolandic operculum.
Lokasinya terletak di korteks sensor motorik yang melibatkan pergerakan
pada wajah. Kedua bentuk tertawa tersebut juga berkaitan dengan
aktivitas dalam otak yang melibatkan reaksi emosional, misalnya
menangis.
Meskipun demikian, hanya tertawa akibat digelitik saja yang mengaktifkan
hypothalamus - bagian otak yang terlibat dalam berbagai fungsi
regulasi, termasuk reaksi organ tubuh. Tertawa akibat digelitik juga
mengaktifkan bagian otak yang mengantisipasi rasa sakit. Sehingga ketika
digelitik, seseorang secara otomatis akan memberikan reaksi defensif
atau pembelaan diri.
Tertawa akibat digelitik seolah sama seperti tertawa karena sebuah
humor. Namun tertawa karena sebuah humor lebih melibatkan fungsi otak di
bagian yang lebih tinggi bernama nucleus accumbens - bagian otak yang
berfungsi seperti pusat kesenangan. Sementara tertawa akibat digelitik
tidak menyentuh bagian tersebut.
Sebagaimana dilansir dari My Health News Daily, detail hasil penelitian
tersebut pun dilaporkan dalam jurnal Cerebral Cortex. Peneliti dari
University of Greifswald di Jerman dan University of Fribourg dan
University of Basel di Swiss adalah para ahli yang melakukan studi
tersebut.
Sumber: merdeka.com
Read more
Bantaeng, 15/07/2014
– Setelah menjadi pelaksana tugas selama 6 bulan, dr H Sultan akhirnya
resmi menjabat Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Dr Anwar
Makkatutu Kabupaten Bantaeng.
Sebagai tanda resminya menduduki
jabatan itu, Wakil Bupati Bantaeng H Muhammad Yasin mengambil sumpah dan
melantik pejabat lingkup Pemda Kabupaten Bantaeng di Ruang Pola Kantor
Bupati Bantaeng, Senin (14/7).
Selain Direktur RSUD, Wakil Bupati
juga melantik pejabat eselon 2 masing-masing H Bohari SE yang menjabat
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa menggantikan
Ir Meiryani Msi yang ditarik menjadi staf ahli bidang kemasyarakatan dan
SDM Pemda Kabupaten Bantaeng.
Muhammad Yasin pada kesempatan itu
juga melantik sejumlah pejabat eselon 3 yang mendapat pergeseran
jabatan, seperti Sekretaris Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Syamsuddin SE menjadi Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
Jabatan Syamsuddin di Disnakertrans
diisi M Suyuti SH yang sebelumnya menjabat Pembantu Bidang 3 pada Kantor
Inspektorat Kabupaten Bantaeng.
Jabatan yang ditinggal Suyuti
dipercayakan kepada Drs Mahmud MM yang sebelumnya menjabat Sekretaris
BKD. Selain Sekretaris, sejumlah Kepala bidang juga mendapat mutasi.
Diantaranya Kabid Transmigrasi pada
Kantor Dinsosnakertrans Drs Awaluddin bertukar tempat dengan Dra St
Amina yang menjabat Kepala Bidang Kedaruratan dan logistik Kantor Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Muhajir SKM, M.Kes yang menjabat
Kepala sub Pelaporan RSUD Bantaeng dipercaya menduduki jabatan yang
ditinggal dr Sultan sebagai Kepala Bidang Penunjang Pelayanan RSUD.
Di jajaran eselon 4, Wakil Bupati
Bantaeng melantik Abd Malik S.Ag Kepala UPTD Kecamatan Bissappu menjadi
Lurah Bonto Jaya Kecamatan Bissappu.
Riswan Abadi S.Sos dari Kantor
Polisi Pamong Praja menjadi Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD. Syamsul
Nasri S.Sos dari Pelaksana Administrasi RSUD menjadi Kepala sub Bagian
Program RSUD.
Abd Karim SM M.Kes yang selama ini
menjabat Kepala Seksi Obat menjadi Kepala sub Bagian Keuangan Dinas
Kesehatan Kabupaten Bantaeng.
Hj Andriani, staf Dinas
Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi diangkat menjadi
Kepala sub seksi Rumah Kemasan, sedang Petrus Nua SE yang selama ini
menjabat Sekretaris Lurah Pallantikang menjadi Kepala Seksi Operasional
Jalan dan Jembatan pada Kantor PU.
Pejabat eselon 4 lainnya yang
dilantik masing-masing Arfah Yulianti yang menjabat Kepala sub
Persampahan menjadi Kepala sub bidang Pencemaran dan Pemulihan
Lingkungan menggantikan Sukardi yang menjadi fungsional guru pada Dinas
Pendidikan Pemuda dan Olahraga.
Wakil Bupati Bantaeng H Muhammad
Yasin meminta jajaran Pemda untuk tidak menilai mutasi jabatan sebagai
sesuatu yang negatif. Mutasi dilakakukan sebagai pembinaan karier PNS.
Sebelum dipercaya mendudukan suatu
jabatan, dilakukan assesmen untuk mengetahui loyalitas dan seseorang
agar kinerja di dalam tubuh Pemda berjalan dengan baik, terutama
menghadapi persaingan global yang akan dimulai antar Negara Asean pada
tahun 2015.
Menghadapi persaingan global
tersebut, Muhammad Yasin mengingatkan pentingnya sinergi, komitmen,
komunikasi dan kepedulian agar dapat melangkah bersama.
Dengan begitu, kita bisa memecahkan
masalah dengan baik, ujarnya. Khusus kepada Lurah Bonto Jaya, Wabup
mengingatkan agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada warganya
sebab Lurah merupakan pelayan, pembina dan pemberi solusi kepada
masyarakatnya.
Sumber: www.bantaengkab.go.id
Read more
Langganan:
Postingan (Atom)







